Minggu, 30 Desember 2007

Yang Pertama masuk NERAKA

Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya manusia yang paling pertama diadili pada hari kiamat adalah orang yang MATI SYAHID, maka didatangkanlah ia dan diperlihatkan akan nikmat-Nya kemudian ia tahu akan nikmat-nikmat-Nya. Lalu Allah bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya berperang di jalan-Mu hingga mati syahid’, Allah berfirman,
‘Kamu DUSTA, tetapi kamu berperang supaya dikatakan pemberani, maka telah dikatakan’; Kemudian ia diperintahan lalu diseret wajahnya hingga dilemparkan ke dalam NERAKA.
Dan orang yang belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Quran, maka didatangkannya, lalu diperlihatkan nikmat-Nya kepadanya, kemudian ia tahu akan nikmat-nikmat-Nya, lalu Allah bertanya, ‘Maka apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya belajar ilmu dan mnegajarkannya serta membaca Al Quran untuk-Mu, Allah berfirman, ‘Kamu DUSTA, tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Quran supaya kamu dikatakan ‘alim dan pembaca Al Quran, dan telah dikatakan’, Kemudian Ia diperintahkan dan diseret wajahnya hingga dilemparkan ke dalam NERAKA.
Dan orang yang diluaskan rizkinya oleh Allah dan Allah memberinya semua bentuk harta benda seluruhnya, maka didatangkannya lalu diperlihatkan padanya akan nikmat-nikmat-Nya, Allah bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak meninggalkan satu jalanpun yang Engkau senangi untuk berinfaq, kecuali aku berinfaq di dalamnya untuk Mu’, Allah berfirman, ‘Kau DUSTA, tetapi kamu kerjakan itu semua supaya dikatakan dermawan’, maka dikatakan: ‘Kemudian ia diperintahkan dan diseret wajahnya kemudian dilemparkan ke dalam NERAKA”.
(H.R. Muslim no.1905, Imam Nasa’i dalam Kitabul Jihad 2/23&24, Ahmad dalam Musnadnya 2/322)

Betapa banyak dari amalan-amalan diri ini yang ikhlas telah dikerjakan karena-Nya?
Shalat…Infaq…..Shaum…..Bacaan quran……

Hanya pada Allah diri mengadu
Karena Dia lah yang maha mengetahui isi kalbu

Ya Allah, jika diri-diri ini melihat pada amalan-amalan yang telah dilakukan
Apakah mungkin kami yang Engkau maksudkan
Hanya beramal jika diperhatikan
Dan malas ketika bersendirian

Wahai Dzat yang maha mengetahui isi hati
Sesungguhnya Engkau tak pernah dzalim pada setiap diri
Terimalah amalan ibadah kami
Walaupun tak seindah ibadah para Nabi
Dan hindarkan kami dari penyakit hati
Yang sering menimpa karena kelemahan iman kami

Yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘ala diinika wa ‘ala thoo’atika

Tidak ada komentar: