Kadang seseorang yang akan kita nikahi
Bukan seseorang yang kita paling cintai
Karena cinta itu tak harus memiliki
Cinta sejati tak kan buat sakit hati
Walau tak memiliki namun tetap bahagia karena dapat memberi dan berbagi
Karena esensi dari cinta itu dapat memberi pada yang kita cintai
Walaupun tak harus memiliki
Kadang hari ini timbul kadang esok benci
Oleh karenanya cinta hakiki itu hanya ada pada Ilahi
Pada makhluk, hanya cinta berlandaskan padaNya sang Rabbi
Jadi, tak harus orang yang akan menemani
Adalah orang yang sangat kita cintai hari ini
Karena kita tak tahu mungkin suatu hari
Ia kan menjadi orang yang sangat kita benci
Rabu, 16 Januari 2008
Minggu, 30 Desember 2007
Kimi wa nani no tame ni ikiteiru no?
"KIMI WA NANI NO TAME NI IKITEIRU NO?"
(Kamu hidup buat apa sih?)
Buat sebagian orang, jawaban pertanyaan di atas mungkin akan sangat klise. Namun, bagi sebagian yang lain, jawaban pertanyaan tsb bakal sangat sulit untuk dijawab, bahkan masih bingung buat nyari jawabannya.
Pertanyaan itu pernah saya tanyakan pada teman saya di jepang, Nomura namanya. Dan ternyata jawaban dia kayak gini:"Sy hidup untuk mendapat kesenangan, rumah bagus, mobil indah, keluarga bahagia, dll."Lalu saya tanya lagi, "Klo udah dapet trus gimana?"Maka dia seribu bahasa....
Klo pertanyaan tsb ditanyakan pada setiap diri teman semua, Untuk apa kamu hidup??Kira-kira apa jawaban kmu? Mencari kesenangan hidup? Hura-hura? Ngabisin duit? ingin kaya?
Wah, kalau kita hidup hanya untuk itu, maka apa bedanya kita sama mbe ato ayam tetangga. Mereka hidup hanya untuk makan, tidur, kawin, punya anak, dan akhirnya menyerahkan dirinya bwt dimakan manusia...
Klo hidup untuk mencari kebahagiaan, maka kebahagiaan yg seperti apa sih yg pengen dicari??Kaya? Istri cantik? Hura-hura? Kalau itu hal tsb yg menjadi parameter kebahagiaan, pastilah orang yang kaya, jutawan, konglomerat yang hidupnya paling bahagia di dunia. Tapi nyatanya...Penyakit nambah, hidup ga tenang, rumahnya aja pintunya berlapis-lapis plus satpam dari kalangan jin, manusia, dan hewan...Malah yang punya terkurung di dalem sendirian...Punya villa besar-besar yang ngisi malah pembantunya da yang punya nya mah tidurnya di sukamiskin (dipenjara krn korupsi)
Sungguh, bukan itu parameter utama kebahagiaan.
Lantas, untuk apa kita hidup? Untuk apa setiap tarikan nafas kita? Apakah untuk yang kita kasihi? Lalu siapakah ia?, pacar? Ibu? Suami? Istri? Sungguh, mereka akan meninggalkan kita kelak, atau kita yang akan meninggalkan mereka...
Jadi, untuk apa kamu hidup?
"Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada-Ku." (Adz Dzariyat :56)
(Kamu hidup buat apa sih?)
Buat sebagian orang, jawaban pertanyaan di atas mungkin akan sangat klise. Namun, bagi sebagian yang lain, jawaban pertanyaan tsb bakal sangat sulit untuk dijawab, bahkan masih bingung buat nyari jawabannya.
Pertanyaan itu pernah saya tanyakan pada teman saya di jepang, Nomura namanya. Dan ternyata jawaban dia kayak gini:"Sy hidup untuk mendapat kesenangan, rumah bagus, mobil indah, keluarga bahagia, dll."Lalu saya tanya lagi, "Klo udah dapet trus gimana?"Maka dia seribu bahasa....
Klo pertanyaan tsb ditanyakan pada setiap diri teman semua, Untuk apa kamu hidup??Kira-kira apa jawaban kmu? Mencari kesenangan hidup? Hura-hura? Ngabisin duit? ingin kaya?
Wah, kalau kita hidup hanya untuk itu, maka apa bedanya kita sama mbe ato ayam tetangga. Mereka hidup hanya untuk makan, tidur, kawin, punya anak, dan akhirnya menyerahkan dirinya bwt dimakan manusia...
Klo hidup untuk mencari kebahagiaan, maka kebahagiaan yg seperti apa sih yg pengen dicari??Kaya? Istri cantik? Hura-hura? Kalau itu hal tsb yg menjadi parameter kebahagiaan, pastilah orang yang kaya, jutawan, konglomerat yang hidupnya paling bahagia di dunia. Tapi nyatanya...Penyakit nambah, hidup ga tenang, rumahnya aja pintunya berlapis-lapis plus satpam dari kalangan jin, manusia, dan hewan...Malah yang punya terkurung di dalem sendirian...Punya villa besar-besar yang ngisi malah pembantunya da yang punya nya mah tidurnya di sukamiskin (dipenjara krn korupsi)
Sungguh, bukan itu parameter utama kebahagiaan.
Lantas, untuk apa kita hidup? Untuk apa setiap tarikan nafas kita? Apakah untuk yang kita kasihi? Lalu siapakah ia?, pacar? Ibu? Suami? Istri? Sungguh, mereka akan meninggalkan kita kelak, atau kita yang akan meninggalkan mereka...
Jadi, untuk apa kamu hidup?
"Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada-Ku." (Adz Dzariyat :56)
Yang Pertama masuk NERAKA
Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya manusia yang paling pertama diadili pada hari kiamat adalah orang yang MATI SYAHID, maka didatangkanlah ia dan diperlihatkan akan nikmat-Nya kemudian ia tahu akan nikmat-nikmat-Nya. Lalu Allah bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya berperang di jalan-Mu hingga mati syahid’, Allah berfirman, ‘Kamu DUSTA, tetapi kamu berperang supaya dikatakan pemberani, maka telah dikatakan’; Kemudian ia diperintahan lalu diseret wajahnya hingga dilemparkan ke dalam NERAKA.
Dan orang yang belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Quran, maka didatangkannya, lalu diperlihatkan nikmat-Nya kepadanya, kemudian ia tahu akan nikmat-nikmat-Nya, lalu Allah bertanya, ‘Maka apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya belajar ilmu dan mnegajarkannya serta membaca Al Quran untuk-Mu, Allah berfirman, ‘Kamu DUSTA, tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Quran supaya kamu dikatakan ‘alim dan pembaca Al Quran, dan telah dikatakan’, Kemudian Ia diperintahkan dan diseret wajahnya hingga dilemparkan ke dalam NERAKA.
Dan orang yang diluaskan rizkinya oleh Allah dan Allah memberinya semua bentuk harta benda seluruhnya, maka didatangkannya lalu diperlihatkan padanya akan nikmat-nikmat-Nya, Allah bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak meninggalkan satu jalanpun yang Engkau senangi untuk berinfaq, kecuali aku berinfaq di dalamnya untuk Mu’, Allah berfirman, ‘Kau DUSTA, tetapi kamu kerjakan itu semua supaya dikatakan dermawan’, maka dikatakan: ‘Kemudian ia diperintahkan dan diseret wajahnya kemudian dilemparkan ke dalam NERAKA”.
(H.R. Muslim no.1905, Imam Nasa’i dalam Kitabul Jihad 2/23&24, Ahmad dalam Musnadnya 2/322)
Betapa banyak dari amalan-amalan diri ini yang ikhlas telah dikerjakan karena-Nya?
Shalat…Infaq…..Shaum…..Bacaan quran……
Hanya pada Allah diri mengadu
Karena Dia lah yang maha mengetahui isi kalbu
Ya Allah, jika diri-diri ini melihat pada amalan-amalan yang telah dilakukan
Apakah mungkin kami yang Engkau maksudkan
Hanya beramal jika diperhatikan
Dan malas ketika bersendirian
Wahai Dzat yang maha mengetahui isi hati
Sesungguhnya Engkau tak pernah dzalim pada setiap diri
Terimalah amalan ibadah kami
Walaupun tak seindah ibadah para Nabi
Dan hindarkan kami dari penyakit hati
Yang sering menimpa karena kelemahan iman kami
Yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘ala diinika wa ‘ala thoo’atika
“Sesungguhnya manusia yang paling pertama diadili pada hari kiamat adalah orang yang MATI SYAHID, maka didatangkanlah ia dan diperlihatkan akan nikmat-Nya kemudian ia tahu akan nikmat-nikmat-Nya. Lalu Allah bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya berperang di jalan-Mu hingga mati syahid’, Allah berfirman, ‘Kamu DUSTA, tetapi kamu berperang supaya dikatakan pemberani, maka telah dikatakan’; Kemudian ia diperintahan lalu diseret wajahnya hingga dilemparkan ke dalam NERAKA.
Dan orang yang belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Quran, maka didatangkannya, lalu diperlihatkan nikmat-Nya kepadanya, kemudian ia tahu akan nikmat-nikmat-Nya, lalu Allah bertanya, ‘Maka apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya belajar ilmu dan mnegajarkannya serta membaca Al Quran untuk-Mu, Allah berfirman, ‘Kamu DUSTA, tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Quran supaya kamu dikatakan ‘alim dan pembaca Al Quran, dan telah dikatakan’, Kemudian Ia diperintahkan dan diseret wajahnya hingga dilemparkan ke dalam NERAKA.
Dan orang yang diluaskan rizkinya oleh Allah dan Allah memberinya semua bentuk harta benda seluruhnya, maka didatangkannya lalu diperlihatkan padanya akan nikmat-nikmat-Nya, Allah bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan (amalkan) di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak meninggalkan satu jalanpun yang Engkau senangi untuk berinfaq, kecuali aku berinfaq di dalamnya untuk Mu’, Allah berfirman, ‘Kau DUSTA, tetapi kamu kerjakan itu semua supaya dikatakan dermawan’, maka dikatakan: ‘Kemudian ia diperintahkan dan diseret wajahnya kemudian dilemparkan ke dalam NERAKA”.
(H.R. Muslim no.1905, Imam Nasa’i dalam Kitabul Jihad 2/23&24, Ahmad dalam Musnadnya 2/322)
Betapa banyak dari amalan-amalan diri ini yang ikhlas telah dikerjakan karena-Nya?
Shalat…Infaq…..Shaum…..Bacaan quran……
Hanya pada Allah diri mengadu
Karena Dia lah yang maha mengetahui isi kalbu
Ya Allah, jika diri-diri ini melihat pada amalan-amalan yang telah dilakukan
Apakah mungkin kami yang Engkau maksudkan
Hanya beramal jika diperhatikan
Dan malas ketika bersendirian
Wahai Dzat yang maha mengetahui isi hati
Sesungguhnya Engkau tak pernah dzalim pada setiap diri
Terimalah amalan ibadah kami
Walaupun tak seindah ibadah para Nabi
Dan hindarkan kami dari penyakit hati
Yang sering menimpa karena kelemahan iman kami
Yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘ala diinika wa ‘ala thoo’atika
Selasa, 25 Desember 2007
Belum ada judul
Assalamualaikum
Alhamdulillah, perkenalkan, saya Ridha Budi Nugraha. Sekarang sedang melanjutkan studi di Teknik Kimia ITB. Ceritanya baru blajar nge-blog. Jadi masih harus banyak belajar, mohon bantuannya. Smoga ke depannya blog ini bisa bawa banyak manfaat. Amiiin...
Hajimemashite, Boku no namae wa Ridha Budi Nugraha to moushimasu. Ima, Bandung Kougyou Daigaku no kougaku kougyou de benkyou shiteimasu. Hajimete blog wo tsukuru node, wakaranai koto ga bakkari desu. Minna san ni oshiete itadaitai to omoushimasu. 2003 nen ni Japan Foundation kara no shogakuin de nihon he ikimashita. Asoko de nihon go wo benkyou shimashitaga Indonesia ni kaette nihon go ga anmari tsukawanakute daitai wasureteshimaimashita. Machigai kotoba ga areba sumimasen. Douzo Yoroshiku Onegaishimasu...
Wassalamualaikum
Alhamdulillah, perkenalkan, saya Ridha Budi Nugraha. Sekarang sedang melanjutkan studi di Teknik Kimia ITB. Ceritanya baru blajar nge-blog. Jadi masih harus banyak belajar, mohon bantuannya. Smoga ke depannya blog ini bisa bawa banyak manfaat. Amiiin...
Hajimemashite, Boku no namae wa Ridha Budi Nugraha to moushimasu. Ima, Bandung Kougyou Daigaku no kougaku kougyou de benkyou shiteimasu. Hajimete blog wo tsukuru node, wakaranai koto ga bakkari desu. Minna san ni oshiete itadaitai to omoushimasu. 2003 nen ni Japan Foundation kara no shogakuin de nihon he ikimashita. Asoko de nihon go wo benkyou shimashitaga Indonesia ni kaette nihon go ga anmari tsukawanakute daitai wasureteshimaimashita. Machigai kotoba ga areba sumimasen. Douzo Yoroshiku Onegaishimasu...
Wassalamualaikum
Langganan:
Postingan (Atom)